
Deng Xiao Ping pada paruh akhir 1970-an membuat sebuah blueprint yang sangat komprehensif. Demikian dipaparkan Professor Gregory Chow dalam bukunya ”China’s Economic Transformation”. Kini, hampir 40 tahun setelah menetapkan rambu-rambu kebijakan berkesinambungan; proses implementasi; memonitor hasil implementasi; mengukur keluarannya; jadilah China yang sekarang.
Visi Indonesia 2030 untuk masuk lima besar kekuatan ekonomi dunia juga telah disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun lalu. Visi itu disusun oleh Yayasan Forum Indonesia. Didukung kajian berbagai lembaga penelitian sejumlah universitas, LIPI, dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI). Kredibilitas dan kapasitas intelektual yang tak perlu diragukan.
Visi Indonesia 2030 sangat mungkin bisa dicapai asalkan asumsi-asumsi yang mendasarinya juga bisa dipenuhi. Pertanyaannya, apakah visi itu dipersiapkan dengan seksama, berdasarkan tren dan kondisi riil yang bisa dicapai? Apakah visi itu mampu mengikat semua komponen bangsa sebagaimana yang berlangsung di China?
